Home | Vol 15 Table of Contents | Previous Issues | Contact Us: 07 55278753 / 0405463663 | Email: judybyronbay@yahoo.com

Radio Anak Kampung Bantar Gebang


Radio Anak is an initiative from Homeless World Children's Community Radio owned and run
by children from scavengers.

Site:
Bantar Gebang just outside Jakarta is the biggest dumpsite of Indonesia (108
hectare). Hundreds and hundreds of scavengers and their children live in
between the garbage and sift endlessly through the Rubbish, hoping to find
something that they can use or sell- earning couple of dollars a day.

Children's community radio:
The children of these scavengers will start their own community radio
station with the help professional radio producers and social worker. The
station will be owned and run by the children. Moreover, the majority of the
programs will be product by and for children from Bantar Gebang. The station
radio will be situation on the dumpsite close to the homes of the
participating children. The station will cover an area 20 kilometer in
diameters.

Objectives:
The radio station means to entertain and educate children who usually don' t
get many opportunities in life. The station will help young scavengers
develop them selves to their full potential. They will learn to produce
radio programs, to be critical and out spoken, to think about their way of
life, etch. And at same time they will amuse theme selves enormously with
their radio.

Time Frame season 2002-2003:
November-December Concept development and fundraising.
January-March Recruiting a manager, field research on the spot; hiring,
preparing studio; installing radio equipment; training children in radio
production and management; developing content for the radio programs.
March, 15 2003 Official launching of Radio Anak Kampung Bantar Gebang
March-July Training on the job; establishing new programs; preparing for
self-sustainability of the radio station.

Partner:
Geert Van Asbeck took the initiative for the radio station and his Homeless
World Foundation (www.homelessworld.org) Van Asbeck linked up with
enthusiastic partners:
· Muhamad Dony Prestanto (Dony Doblank), community organizer on Bekasi,
· Nur Pud Binarto and his Voice of Humanity- radio producer and social
activism,
· Marzuki and Nasrudin from Dinamika Indonesia (local NGOs Focused in
scavenger)


Consortium:
These people have formed an informal consortium that will help the children
from Bantar Gebang to run their own radio station. Dony has been appointing
as the only paid staff of the station. Dony will be the manager (in the
background). Together with the children, Dony will be responsible for
running the station and it' s programs Dony will live close by the radio
studio.


New partners welcome...!
The consortium here by invites other enthusiasts to join this contemporary
media project for young scavengers. The consortium is especially in need of
experienced radio a producer who loves training children.
Dony Doblank (08161838490), Geert Van Asbeck (0811880580), Nur Pud Binarto
(0811861185), Achmad Marzuki (0811816078), Nasrudin Mu' anis (08129848401).


Email : "nor arto" norpud@hotmail.com


Radio Anak Kampung Bantar Gebang


Sebuah inisiatif dari Homeless World Children's Community Radio yang
dimiliki dan dijalankan anak-anak pemulung.
Lokasi:
Bantar Gebang berada diluar Jakarta adalah sebuah TPA terbesar di Indonesia
(108 hektar). Ratusan pemulung dan anak mereka tinggal diantara sampah dan
memilih diantara sampah, berharap menemukan yang dapat digunakan atau dijual
untuk beberapa dollar sehari.
Radio Komunitas Anak:
Anak-anak pemulung ini akan memulai radio komunitas mereka sendiri dengan
bantuan produser radio professional dan pekerja sosial. Stasiun radio ini
akan dimiliki dan dijalankan oleh anak-anak. Terlebih lagi, mayoritas
program akan dibuat oleh dan untuk anak dari Bantar Gebang. Stasiun radio
ini akan dibangun di TPA dekat rumah anak-anak yang berpartisipasi
didalamnya. Stasiun radio ini akan mencakup area seluas 20 kilometer.
Tujuan:
Stasiun radio bertujuan untuk menghibur dan mendidik anak-anak yang biasanya
tidak mendapat banyak kesempataan dalam hidupnya. Stasiun radio ini akan
membantu anak pemulung untuk mengembangkan potensi mereka secara penuh.
Mereka akan belajar membuat acara radio, untuk menjadi kritis dan terbuka,
untuk berfikir tentang cara hidup mereka, dll. Dan pada saat yang sama,
mereka akan menghibur diri mereka dengan radio mereka.

Rentang waktu 2002-2003:
November-Desember : Pengembangan konsep dan fundraising.
Januari-Maret: merekrut menejerr, peneliti lapangan; menyewa, mempersiapkan
studio; memasang peralatan radio; melatih anak soal produksi dan manajemen
radio; mengembangkan isi acara radio.
15 Maret 2003 : Peluncuran resmi Radio Anak Kampung Bantar Gebang
Maret -Juli : Training soal pekerjaan; membuat program baru; mempersiapkan
kesinambungan stasiun radio.

Partner:
Geert Van Asbeck berinisiatif untuk stasiun radio dan Homeless World
Foundation nya (www.homelessworld.org) Van Asbeck terhubung dengan partner
yang antusias:
· Muhamad Dony Prestanto (Dony Doblank), community organizer di Bekasi,
· Nur Pud Binarto dan Voice of Humanity nya - Produser radio dan aktivis
sosial,
· Marzuki dan Nasrudin dari Dinamika Indonesia (NGO lokal yang fokus pada
pemulung)

Konsorsium:
Orang-orang ini telah membentuk konsorsium informal yang akan membantu
anak-anak dari Bantar Gebang untuk menjalankan stasiun mereka sendiri. Dony
telah ditunjuk sebagai satu-satunya staff yang dibayar di stasiun radio itu.
Dony akan menjadi menejer (latarbelakang). Bersama dengan anak-anak, Dony
akan bertanggungjawab menjalankan stasiun radio dan programnya. Dony akan
tinggal dekat studio radio.


Selamat datang buat partner baru ...!
Konsorsium dengan ini mengundang siapa yang antusias untuk bergabung media
project kontemporer untuk anak pemulung. Konsorsium membutuhkan seorang
produser radio yang berpengalaman yang senang melatih anak-anak.
Dony Doblank (08161838490), Geert Van Asbeck (0811880580), Nur Pud Binarto
(0811861185), Achmad Marzuki (0811816078), Nasrudin Mu' anis (08129848401).

Home | Vol 15 Table of Contents | Previous Issues